
Kamis, 1 Juli 2010
11.38 pm
Kantor (Trans TV Bag. News Lt. 3)
Semalem, saya menonton siaran ulang Rossy di Global TV yang mendatangkan Pak Jusuf Kalla sebagai orang yang di wawancara di talkshow tersebut. Entah mengapa, sudah sejak lama saya menyukai Bapak Mantan Wakil Presiden yang satu ini. Ia begitu asik ketika berbicara, tidak bertele-tele, dan terlihat seperti bapak-bapak asik seperti BJ Habibie. Btw, saya juga suka dengan BJ Habibie.
Kembali ke topik Pak Jusuf Kalla, karena saya menonton acara talkshow Rossy tersebut, saya menjadi semakin suka dengan bapak satu ini. Antara lain karena beberapa hal yang dibahas dalam acara semalem, yakni:
1) “Pak JK dikenal dengan sifatnya yang gemar menabrak aturan,” kata Rossy. Kemudian Pak JK meralat bahwa ia bukan menabrak aturan, tetapi mengubah aturan sehingga sesuai dengan kondisi saat itu. Jadi, diceritakanlah bahwa saat Tsunami, polisi tidak bisa membuka pintu ruangan yang berisi bantuan makanan dsb untuk korban Tsunami. Polisi berkata bahwa ia tidak bisa membuka pintu tersebut disebabkan karena tidak ada kunci. Kemudian Pak JK saat itu bilang, “Ya udah tembak aja (pintunya).” Di acara Rossy Pak JK bercerita bahwa masa’ korban Tsunami disuruh nunggu sampe dapet kuncinya, ya tembak aja pintunya kan beres.
Begitu kira-kira. Betapa Pak JK begitu tegas dan bergerak cepat ya. Suka dehh >,<
2) Di acara Rossy, Pak JK diberikan kejutan dengan cara mendatangkan pembantu rumah tangga Pak JK yang kerap disapa dengan Bi’ Asih. Ternyata, beberapa kebijakan nasional yang diterapkan Pak JK, berasal dari Bibi’ satu ini. Hahahaa
Kata Pak JK,”Ya abisnya kalo nanya di kabinet kan nggak ada yang ke pasar langsung. Jadi ya nanya ke Bibi’ harga gula berapa, minyak tanah berapa.”
Nah, dari sini saya simpulkan bahwa Pak JK begitu kreatif dan pinter serta mau bertanya kesana kemari demi negara. Ia memiliki ide untuk bertanya langsung ke orang yang biasanya ke pasar, bukan bertanya ke kabinet yang pastinya jarang ke pasar tradisional secara langsung sehingga belum tentu daftar harga yang dimiliki kabinet adalah yang sebenarnya.
3) Dalam pandangan saya, Pak JK juga berani memberikan pendapatnya yang cukup men-’jleb’ pihak internasional. Hal ini saya simpulkan ketika Pak JK bercerita tentang pertanyaan ia ke pihak Amerika (saat itu ia sedang dalam pertemuan negara-negara dunia), “Kenapa kalian menge-bom Afganistan padahal disitu ada pihak sipil dan sebagainya?” Kemudian katanya Amerika menjawab,”Amerika menge-bom Afganistan karena disitu ada Al-Kaeda.” Kemudian Pak JK memutarbalikkan kata-kata Amerika tersebut dengan berkata,”GAM (Gerakan Aceh Merdeka) itu kan ada di berbagai macam negara, salah satunya di Stockholm (Stockholm Adalah Ibukota Negara Swedia Berada di Wilayah Eropa), nah jadi kalo menurut cara pandang Amerika, Indonesia boleh dong nge-bom Stockholm.”
Wooohooo, keren kan Pak JK. Kalo saya jadi itu orang Amerika pasti nohok ‘jleb’ banget. I do love you ah Pak JK.
4) Pak JK juga dikenal sebagai orang yang mampu mendamaikan beberapa pihak. Salah satunya kasus Poso (Perseteruan antar Islam dan Kristen). Di acara Rossy tersebut, didatangkan Pendeta dari Poso, yang dulu sangat membenci Pak JK (saat itu Pak JK masih menjabat sebagai Menko Kesra). Pendeta tersebut sekarang sangat berterima kasih dengan Pak JK, padahal dulu ia begitu membenci Pak JK. Reka ulang adegan Pendeta tersebut berorasi di tengah lapangan dahulu kala pun dilakukan. Pendeta tersebut berkata, “Anda orang kaya, bla bla bla..” (saya lupa tepatnya apa, yang jelas Pendeta tersebut berorasi di lapangan di depan Pak SBY, Pak JK, dan pejabat tinggi negeri lainnya.) Akhirnya Pak JK bilang dengan tegas,”Jadi kamu mau damai atau mau perang? Mau damai kami fasilitasi, mau perang juga kami fasilitasi. Kalau mau perang, semua yang Kristen dikasi senjata, yang Islam juga semua dikasi senjata.” Kemudian Pendeta tersebut pun menjawab mau damai. Dan akhirnya kasus Poso pun berakhir. FYI, kata Pak JK, dulu harga kepala pendeta ini 1 milyar! Jadi Pak JK ingat dengan orang ini. Kalo yang harga kepalanya seratus ribu, Pak JK nggak inget. Hahahha
Ketegasan Pak JK ini sangat straight to the point ya. Gimana coba kalo itu orang maunya perang. Walah gagal dong perdamaian. Hahahhaha.. Ketegasan Pak JK disini juga mirip dengan emak bapak saya. Dulu saya inget ketika saya berantem dengan kakak-kakak saya, ayah atau mama saya bilang, “Tuh ambil pisau di dapur.” Jadi maksudnya kami dipersilahkan berantem dengan menggunakan pisau. Ya siapa yang berani coba kan. Jadi kami berhenti bertengkar deh. Ahahahhah
5) Di Rossy, terungkap bahwa Pak JK adalah satu-satunya pejabat negara yang peduli dengan kasus David. Ingat David kan? Kasus mahasiswa dari Indonesia yang menempuh pendidikan di Singapura kemudian ia meninggal. Masih belum jelas apakah David bunuh diri atau dibunuh. Ketika Pak JK turun tangan, pihak Singapura sana katanya begitu ketakutan.
Wohoo, baiknya Pak JK. Peduli disaat orang lain banyak yang diem tak perduli. Kiss dulu buat Kakek JK :-*
Selain hal-hal tersebut membuat saya semakin cinta pada beliau, ia juga gemar memberikan joke segar. Sense of humor yang baik saya rasakan darinya.
Becandaannya semalem yang paling saya inget adalah ketika Rossy bertanya,”Kok nenek moyang pelaut tapi takut (naik sampan di sungai waktu itu), Pak?” Kemudian Pak JK menjawab,”Itu kan sungai, bukan laut.” Ahahahhahahha
kocak deh cara bicaranya. Bener kata kak ayuk (ayukprissabicara.tumblr.com), bahwa abis nangis, ketawa deh–> abis nangis nonton acara BJ Habibie di Mata Najwa jam 10 semalem, ketawa-ketawa nonton JK di Global TV jam 11 semalem.
Wah, panjang juga ya cerita saya tentang JK. Ini bukan berarti saya orang partai kuning loh. Juga bukan partai lainnya. Saya hanya suka individu Pak JK. Bukan kelompok Pak JK.
Saya sesungguhnya benci politik – karena politik itu kotor – sungguh abu-abu. Sekian dari saya, semoga jika ada kesempatan, kalian juga menonton Pak JK di TV agar bisa tau lucunya beliau.