virdissa

Archive for 2010|Yearly archive page

Dipaksa Keadaan

In Uncategorized on October 8, 2010 at 5:07 pm

Jumat, 8 Oktober 2010

11.49 pm

Kamar Kos (Wisma Putri)

 

Sedih rasanya ketika melihat anak kucing yang berada di tempat-tempat makan. Mereka mengikuti jejak para kucing dewasa menunggu tiap orang selesai makan atau beberapa orang lain yang berbelas kasih untuk melempar tulang bahkan sedikit daging ke arah mereka. Padahal dilihat dari ukuran badan mereka, aku sangat yakin kalau mereka belum menginjak usia yang mampu memakan tulang. Gigi belum tumbuh lengkap, mulut hanya secuil, badan seukuran tangan orang dewasa. Bagaimana mungkin mereka mampu melahap tulang? Mereka seharusnya masih menyusui; masih dipeluk oleh ibu-ibu mereka dalam kehangatan bulu sang ibu yang sepertinya sehangat tidur di dalam selimut.

Ah, sedih rasanya. Melihat anak kucing tersebut, rasanya seperti ketika aku menonton salah satu berita di televisi beberapa bulan lalu. Seorang anak kecil, kelas 1 SD atau 2 SD, sudah mengurusi urusan rumah tangga. Dari mengurus ibunya yang lumpuh, hingga pekerjaan rumah tangga yang tentu saja tidak ringan. Aku tidak pernah membayangkan ada anak sekecil itu yang bisa sangat dewasa sekali dalam menghadapi hidup. Di wajahnya tidak ada kesusahan, matanya lurus – tajam dan serius – ketika mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Aku menangis ketika melihat tayangan tentang anak ini beberapa waktu lalu.

Mereka, yang walaupun berbeda species, tetap saja seorang anak kecil – yang fisiknya masih sangat rapuh. Mereka, dihadapkan dengan kenyataan bahwa mereka tidak bisa lagi bermanja dibawah ketiak orang tua mereka. Mereka, hanya bisa pasrah bahwa merekalah yang harus turun tangan – tanpa mengerti betul kenapa mereka yang harus turun tangan.

Rasanya sama persis baik sedih dan mirisnya ketika melihat anak kucing tersebut, dengan anak manusia tersebut – sama-sama anak kecil yang sedang berjuang seperti orang dewasa…

 

Kos

In Uncategorized on October 8, 2010 at 5:03 pm

Jumat, 8 Oktober 2010

11.41 pm

Kamar Kos (Wisma Putri)

 

Pengumuman pengumuman, karna kosan ku sudah memiliki pemilik yang baru, maka namapun kini dirubah; dari Pondok Yuki menjadi Wisma Putri. Jadi ceritanya, kosan ku ini sudah dibeli oleh pemilik baru, yang pemilik lama aku ga tau kemana. Entah kenapa pemilik baru mengganti nama kos ini, apakah karna biar ada peruntungan baru, atau hanya ingin memberi nama ‘barang’nya sesuai yang dia inginkan. Yang pasti aku bingung kenapa dia tidak memilih nama yang sedikit elite alias hi-class sebangsa yang keren jarang terdengar. Eeeehhh, malah dia memilih nama pasaran yang entah berapa banyak dipakai oleh kosan lain – Wisma Putri – sungguh tak terpikir olehku. Padahal, banyak nama lucu, unik, dan seru lainnya yang sebenarnya bisa jadi nilai jual sebuah kosan. Dengan nama yang unik dan jarang dipakai, bisa jadi orang jadi penasaran. Malah bisa juga orang menjadi sangat ingat dengan nama kosan ini sehingga disebut-sebut (word of mouth) dan orang jadi penasaran dan akan banyak pencari kosan yang mendatangi kosan bernama unik.

 

Hati

In Uncategorized on July 22, 2010 at 9:43 am

Kamis, 22 Juli 2010

04.42 pm

Kantor (Trans TV Lt. 3 Div. News)

Hatiku tak tenang

Pergumulan sedang terjadi di hati

dan hati sedang terluka

Sehingga tak bisalah ia berpikir jernih

Mengecap Hujan

In Uncategorized on July 20, 2010 at 6:00 am

Selasa, 20 Juli 2010

12.10 pm

Kantor (Trans TV Lt. 3 Div. News)

Jakarta hujan ketika aku ingin pulang semalam. Hingga akhirnya sekitar jam 7 malam, hujan mereda. Hanya rintik-rintik, alhamdulillah. Tapi tetap saja aku menarik restleting jaketku hingga naik ke leher – dingin. Banjir dimana-mana, dipastikan sepatuku yang bocor namun sayang dibuang ini karena sungguh nyaman dipakai pasti akan basah hingga masuk ke kaus kaki. Tapi tak mengapa, aku sudah biasa jalan kaki walaupun ditengah hujan sekalipun. Di Pontianak dulu, tak jarang aku menembus hujan deras ketika sepulang sekolah mengendarai motor. Tak jauh berbeda, disini ketika pulang kuliah dan hujan deras, tak jarang aku menerobos hujan. Bedanya, aku tak lagi mengendarai motor sehingga cepat sampai rumah, tapi aku berjalan kaki dan hanya ditemani payung dan kadangkala bersama beberapa teman senasib.

Aku berjalan kaki hingga tikungan tak jauh dari kantor untuk mencari metromini 75. Hari itu, aku tidak menunggu di halte karena malas untuk menunggu lebih lama. Metromini 75 pertama, kulihat dari luar agak penuh. “Ah, aku malas berdiri di hujan dan macet seperti ini,” pikirku. Jadi aku akan menunggu metromini 75 lainnya. Tak lama kemudian, metro mini tersebut datang, dan aku segera naik dan alhamdulillah masih sepi sehingga aku bebas memilih tempat duduk.

- Sangat macet dan banjir. Begitulah Jakarta ketika hujan-

Ketika hampir sampai di Terminal Pasar Minggu, Abang Sopir meminta kami untuk turun. Padahal, hujan kembali menderas saat itu. Bagi yang tidak pernah naik metromini 75, sini aku beri tahu satu hal. Abang Sopir metromini 75, terkadang tidak selalu melaksanakan tugasnya mengantar penumpang hingga tuntas. Jadi, terkadang ia tidak ingin masuk hingga dalam ke Pasar Minggu. Ia memutar balik agar lebih mempersingkat waktunya dan jelas bensinnya untuk mencari penumpang lain lagi ke arah sebaliknya. Hal ini sebenarnya tidak fair untuk kami – penumpang – karena metromini 75 seharusnya lurus terus. Jadi kami yang merupakan penumpang yang membayar Rp 2000-, ini dirugikan. Kembali ke cerita kemarin, akhirnya penumpang banyak yang marah kepada Abang Sopir. Ada yang berceletuk,”Ujan ni, Bang.” Bahkan ada yang menambahkan,”Jangan ada yang turun. Jangan ada yang turun.” Hal ini dimaksudkan agar apabila tidak ada penumpang yang turun, maka si Sopir tidak jadi putar balik. Namun sayangnya, Abang Sopir bersikukuh dan sudah mengambil ancang-ancang untuk memutarbalikkan metromininya, sehingga ada seorang penumpang yang mulai turun. Jadilah yang lain mengikuti dan tidak jadi menjalankan aksi mogok turun. Ada seorang Bapak yang sedikit marah dan memukul entah apa hingga berbunyi nyaring. Inilah Jakarta, tega. Padahal sama-sama susah, tapi sama-sama jahat pula. Aku mengerti bahwa si Abang Sopir mungkin belom mencapai target untuk disetor kepada sang juragan angkot, tapi mengapa tega kepada kami sang penumpang yang diturunkan di tengah hujan?

Banyak kejadian yang membuat saya berpikir bahwa Jakarta sungguh sangat menempa tubuh kita untuk tidak lemah, untuk menjadi lebih jahat, atau tetap baik di antara begitu banyak ketidakpedulian di sekitar kita. Kita lah yang memilih untuk menjadikan kita seperti apa di Jakarta ini.

Setelah turun dari metromini 75, aku menaikkan tudung kepala jaketku agar hujan tidak mengenai jilbabku. Ah, lembab. Aku tak suka. Belum lagi becek. Mending becek di kampus, agak tidak jorok. Nah ini becek di pasar, pasti sangat jorok. Aku yakin tidak sedikit orang pasar yang kencing sembarangan. Begitupun di Pasar Minggu ini.

Ah senangnya, aku bertemu kacang rebus! Kacang rebus sangat aku sukai sejak kecil. Entah karena kenangannya, atau memang karena rasanya, atau bahkan karena keduanya. Nantilah aku ceritakan kisah kacang rebus ini. :) Kembali ke cerita sebelumnya, alhamdulillah, angkot 04 tidak lama datang. Aku segera naik dan merasa lega. Setelah aku duduk, ada seorang ibu yang aku yakin dari pakaiannya, ia tidak begitu berada di kelas menengah ke bawah. Tasnya seperti orang kerja kantoran, pakaiannya batik dengan model feminin, rambutnya pendek dan di highlight yang terlihat sangat wanita modern, kulitnya putih, lipstiknya merah.

Di awal perjalanan, ia membuka sepatunya. “Ah, mungkin basah. Jadi dia ingin mengeringkan kakinya,”pikirku. Kemudian tak berapa lama, ia mulai terlihat mengantuk. Hingga kepalanya tertunduk kesana kemari. Dan wow. Apa itu yang berkilauan di ujung bibirnya? Oh Tuhan, ia ngeces. (-.-’) Liurnya kemana-mana. Menetes kesana-kemari. Pertamanya saya tidak begitu percaya apa yang saya lihat karena ibu tersebut penampilannya ‘wah’.  Tapi setelah banjir menetes dari mulutnya, saya sangat yakin. Aduhai, kenapa sih dia tidak tidur dengan mulut mengatup. Ibu yang duduk di sebelahnya saja tidur juga tetapi mulutnya mingkem kok.

Selain ngeces kemana-mana, si ibu ngeces ini kepalanya juga kemana-mana. Bahkan ibu sebelahnya sampai minggir-minggir saking sebelnya dipepetin. Wah, Jakarta lucu ya. Aku begitu merasa kuat disini. :)

Aku berhenti di depan Detos untuk membeli Crepes. Sejak di kantor, aku selalu terbayang-bayang enaknya Crepes. Walaupun hujan, aku tetap membeli crepes ini saking kepengennya. Alhamdulillah, keinginanku terpenuhi. What a day! :)

Persembunyianku

In Uncategorized on July 19, 2010 at 6:48 am

Senin, 19 Juli 2010

01.40 pm

Kantor (Trans TV Lt. 3 Bag. News)

Aku sangat senang dengan suasana dingin daripada panas. Aku juga sebenarnya suka mengenakan jaket, tapi sayangnya cuaca di Indonesia tidak mendukung. Aku naik angkot dan berjalan kaki setiap hari, jadi tubuh sudah cukup panas – bahkan keringatan – sehingga tidak memerlukan jaket. Makanya aku ingin sekali tinggal di luar negeri, eropa atau australia. Cuaca yang tidak terlalu panas, sehingga setiap hari bisa mengenakan jaket.

Kenapa aku senang apabila bisa mengenakan jaket? Ini bukan tentang style atau fashion. Aku tidak memakai jaket glamour dan mahal harganya. Jaket menurutku, yang penting besar dan ada tudungnya. Bahkan, aku pernah sengaja membeli jaket di tempat pakaian cowok karena besar dan ada tudungnya. :)

Jaket besar dan ada tudungnya, membuat aku merasa tenang, terlindungi, tertutupi – bahkan aku senang sekali karena rasanya memakai jaket adalah seperti bersembunyi di kolong meja, di dalam gua. Mungkin inilah yang dirasakan Harry Potter dalam jubah dari ayahnya yang bisa membuat ia seperti tidak tampak. Dibalik jaket, aku merasa tertutup dan tersembunyi. Senang sekali rasanya. :D Makanya aku senang di kantor yang sangat dingin ini, aku hampir setiap hari mengenakan jaket.

Jerawat sedang Subur-Suburnya

In Uncategorized on July 11, 2010 at 8:12 am

Minggu, 11 Juli 2010

03.06 pm

Kamar Kos

Ini kisah tentang jerawat. Jerawat saya makin banyak sebulan terakhir ini. Padahal saya tidak lagi “dapet”. Jadi saya pikir bahwa ini pasti karena kena polusi udara, asap kendaraan, debu jalanan. Sebulan ini saya memang benar-benar menjadi warga Jakarta – bukan sekedar warga Depok. Perjalan menuju kantor yang sekitar 1,5 jam, harus ditempuh dengan penuh perjuangan. Terkadang nggak dapet tempat duduk, jadi harus berdiri di metro mini. Harus himpit-himpitan dengan orang yang kita tidak tahu ia penjahat kelamin atau tidak. What a life! -.-

Tapi ya sudahlah, namanya juga hidup. Penuh perjuangan. Kembali lagi ke jerawat. Jerawat saya makin banyak dan jadi berbekas. Hebat ya kekuatan debu Jakarta dan asap kendaraan, mampu menyuburkan keluarga Jerawat. :(

Tadi Pagi Saya Merasa Begitu Tough

In Uncategorized on July 7, 2010 at 7:55 am

Rabu, 7 Juli 2010

03.00 pm

Kantor (Trans TV Bag. News Lt. 3)

Kadang merasa bangga karena diri ini berasa tough banget dibandingkan anak-anak manja yang beredar di jaman sekarang ini. Tadi, di angkot coklat 04 jurusan depok timur – pasar minggu, ada mbak-mbak yang duduk di bagian deket pintu. Tau kan? **pasti yang pernah naek angkot kecil tau kok** Jadi, dia pegangan dan tampak baru pertama kali naek angkot. Dia bilang ke saya, “Mbak bisa geser nggak?” Jadi si mbak ini mau masuk agar nggak deket pintu. Dia menambahkan,”Abisnya saya takuuut..” Ya Allah, padahal kan tempat duduk yang deket pintu tuh untuk 2 orang, dan dia sendiri di situ, jadi dia nggak bener-bener disamping pintu kok..  Sampe setakut itu.. Emang sih, tiap orang berbeda-beda, dan mungkin dia pernah mengalami trauma karna terlempar ke luar mobil kali ya.. But FYI, sewaktu TK saya juga pernah jatoh terguling-guling dari mobil karena pintu mobil ternyata nggak terkunci, jadi pas saya senderin, pintu mobil yang nggak kenceng nutupnya itu kebuka. Itu sungguh dramatis banget, karena bayangin deh, mobil lagi jalan, dan saya jatoh terguling-guling, untung mobil yang di belakang nggak ngelindes saya. Ckckckck..

Saya masih inget banget rasanya, saya waktu itu kaget. Mamah mengejar dan memeluk saya, saya susah mau ngomong. Emang berasa susah banmget mau ngomong. Rasanya napas nggak ada. Mungkin itu yang disebut shock ya. Pas dibawa ke Rumah Sakit, cuma lecet kata suster. Ya tapi tetep aja pedih namanya luka. -.-

Dan Alhamdulillah, itu nggak bikin saya trauma kok. :D Saya biasa-biasa aja kalo di angkot duduk di bagian yang paling deket pintu :) Berarti kalo aku dan mbak itu disandingkan, aku begitu tough dan dia begitu manja yaaa.. Hahahhaha.. Jadi berasa keren saya-nya.. Semoga itu mbak kelak menjadi lebih tough. Aamiin.. Kasian abisnya.. Kalo di kota kejam kayak gini susah kalo minta dimanjain.. Orang-orang pada kejam masalahnya. Ya itulah, ibukota.

Sopir 04 Ugal-Ugalan

In Uncategorized on July 7, 2010 at 7:00 am

Rabu, 7 Juli 2010

01.50 pm

Kantor (Trans TV Bag. News Lt. 3)

Ini baru aja kejadian tadi pas saya berangkat ngantor, nyebelin bangettt -.- masa deh masa sopir angkotnya nggak pinter nyetir. sebel banget dah.. setirnya diarahkan kanan kiri kanan kiri, padahal nggak ada deh jalan berlobang di depannya. Jadi saya bingung dia menghindari apa. Begitu seringnya dia melakukan hal itu di jalan yang luruuuuuss aja, jadi saya pikir dia sengaja mau iseng atau emang otaknya agak nggak beres.. Biasa kan kalo orang yang kurang kurang dikit emang suka iseng keterlaluan kan ya.. Huh. Udah gitu tadi di jalan rem gas rem gas. Ya Allah.. Dia kira ngangkut sampaaaaah kali. -.-

Belom lagi tadi di 640 baru keluar pengamen yang 1, naek lagi pengamen lain, eh ini dah turun, naek lagi yang laen.. Gila-gilaan. Pengamen apa ngerampok? Nggak dikasi kan serem ya kadang, bisa-bisa digerek atau apa.. Jadi pas giliran saya lagi nggak ngasi, seneng banget kalo ada yang laen ngasi. Takutnya kalo sama sekali nggak ada yang ngasi, bisa-bisa kejadian pengamen ngamuk.

Eh ada juga loh kemaren yang nggak ngamen, cowo masih muda sehat dan kuat, dia cuma cerita tentang kisah anak jalanan. Nakutin abis! Masalahnya minta secara halus tersembunyi tetapi mengancam gitu. Nih gini deh kira-kira sepenggal kalimat panjangnya yang mengancam :”Mungkin 500, 1000, bagi Anda tidak berarti, tapi bagi kami anak jalanan sangat berarti, daripada saya menodong, merampok, dan mencuri.” Ya Allah, sengaja deh dia dan berkali-kali dia bilang tentang menodong itu. Intinya yang saya tangkap:’Kalo lo nggak ngasi, ya gue berbuat jahat nih.’ Idiiih. Dasar tuh orang. Nyebelin abiiiiissss!!!!!! Bikin takut, tapi ngasi orang kayak gitu sapa yang ikhlas coba. Untung saya nggak ngasi, Alhamdulillah ada orang lain yang ngasi, jadi bis itu aman dari amukan dia. ahahahhahahha :D

Huh. Kalo lagi kayak gini, jadi mikir enaknya kalo berangkat kantor dan pulang kantor naek mobil ya.. Dalem mobil sendiri, adem, nggak berisik. :( Someday deh yaaa, insya Allah kalo dah sakseeesss.. Aaamiin! >,<

It’s Friday! Yippiee, Holiday For Two Days :)

In Uncategorized on July 2, 2010 at 5:37 am

Jumat, 2 Juli 2010

12.28 pm

Kantor (Trans TV Bag. News Lt. 3)

Asiiiik! Dah hari Jumat! Artinya besok dan lusa libur! Enjoy the weekend.. Hoho :D Hmmm, abisnya biasa kalo hari kerja tuh terasa mepeeet dan itu-itu aja deh. Mengapa? Karena hanya berkisar kegiatan yang sama – Bangun pagi – mandi – ngasi makan hamster (tapi nggak sempet ngajak maen) – sarapan (kadang juga nggak sarapan, tergantung keinginan aja) – naek 04 trus 640 – di kantor – pulang naek 75 trus 04 – nyampe kos – mandi – nyuci baju – ngasi makan hamster – ngangkut jemuran – nonton TV bentar (jarang banget sempet nonton DVD kalo hari kerja) – ngenet bentar. Itu aja, nggak sempet ngelakuin hal laen rasanya kalo lagi hari kerja. Huffft. Makanya seneng banget kalo dah weekend, bisa jalan-jalan, bisa bangun siang, bisa makan di mall, bisa liat-liat apa aja di mall. Yaaa, ngilangin stress lah. :)

Sayang ya kantor libur cuma 2 hari (Sabtu dan Minggu), coba 3 hari. Pasti PUAS!! wohooo.. Kelak kalo aku punya kantor sendiri pengen ah buat peratturan sendiri. Hihi.. Kapan ya punya kantor sendiri?? :P

Bertambahlah Kecintaan Saya Pada Pak JK

In Uncategorized on July 1, 2010 at 6:03 am

Kamis, 1 Juli 2010

11.38 pm

Kantor (Trans TV Bag. News Lt. 3)

Semalem, saya menonton siaran ulang Rossy di Global TV yang mendatangkan Pak Jusuf Kalla sebagai orang yang di wawancara di talkshow tersebut.  Entah mengapa, sudah sejak lama saya menyukai Bapak Mantan Wakil Presiden yang satu ini. Ia begitu asik ketika berbicara, tidak bertele-tele, dan terlihat seperti bapak-bapak asik seperti BJ Habibie. Btw, saya juga suka dengan BJ Habibie. :)

Kembali ke topik Pak Jusuf Kalla, karena saya menonton acara talkshow Rossy tersebut, saya menjadi semakin suka dengan bapak satu ini. Antara lain karena beberapa hal yang dibahas dalam acara semalem, yakni:

1) “Pak JK dikenal dengan sifatnya yang gemar menabrak aturan,” kata Rossy. Kemudian Pak JK meralat bahwa ia bukan menabrak aturan, tetapi mengubah aturan sehingga sesuai dengan kondisi saat itu. Jadi, diceritakanlah bahwa saat Tsunami, polisi tidak bisa membuka pintu ruangan yang berisi bantuan makanan dsb untuk korban Tsunami. Polisi berkata bahwa ia tidak bisa membuka pintu tersebut disebabkan karena tidak ada kunci. Kemudian Pak JK saat itu bilang, “Ya udah tembak aja (pintunya).” Di acara Rossy Pak JK bercerita bahwa masa’ korban Tsunami disuruh nunggu sampe dapet kuncinya, ya tembak aja pintunya kan beres.

Begitu kira-kira. Betapa Pak JK begitu tegas dan bergerak cepat ya. Suka dehh >,<

2) Di acara Rossy, Pak JK diberikan kejutan dengan cara mendatangkan pembantu rumah tangga Pak JK yang kerap disapa dengan Bi’ Asih. Ternyata, beberapa kebijakan nasional yang diterapkan Pak JK, berasal dari Bibi’ satu ini. Hahahaa :D Kata Pak JK,”Ya abisnya kalo nanya di kabinet kan nggak ada yang ke pasar langsung. Jadi ya nanya ke Bibi’ harga gula berapa, minyak tanah berapa.”

Nah, dari sini saya simpulkan bahwa Pak JK begitu kreatif dan pinter serta mau bertanya kesana kemari demi negara. Ia memiliki ide untuk bertanya langsung ke orang yang biasanya ke pasar, bukan bertanya ke kabinet yang pastinya jarang ke pasar tradisional secara langsung sehingga belum tentu daftar harga yang dimiliki kabinet adalah yang sebenarnya.

3) Dalam pandangan saya, Pak JK juga berani memberikan pendapatnya yang cukup men-’jleb’ pihak internasional. Hal ini saya simpulkan ketika Pak JK bercerita tentang pertanyaan ia ke pihak Amerika (saat itu ia sedang dalam pertemuan negara-negara dunia), “Kenapa kalian menge-bom Afganistan padahal disitu ada pihak sipil dan sebagainya?” Kemudian katanya Amerika menjawab,”Amerika menge-bom Afganistan karena disitu ada Al-Kaeda.” Kemudian Pak JK memutarbalikkan kata-kata Amerika tersebut dengan berkata,”GAM (Gerakan Aceh Merdeka) itu kan ada di berbagai macam negara, salah satunya di Stockholm (Stockholm Adalah Ibukota Negara Swedia Berada di Wilayah Eropa), nah jadi kalo menurut cara pandang Amerika, Indonesia boleh dong nge-bom Stockholm.”

Wooohooo, keren kan Pak JK. Kalo saya jadi itu orang Amerika pasti nohok ‘jleb’ banget. I do love you ah Pak JK. :)

4) Pak JK juga dikenal sebagai orang yang mampu mendamaikan beberapa pihak. Salah satunya kasus Poso (Perseteruan antar Islam dan Kristen). Di acara Rossy tersebut, didatangkan Pendeta dari Poso, yang dulu sangat membenci Pak JK (saat itu Pak JK masih menjabat sebagai Menko Kesra). Pendeta tersebut sekarang sangat berterima kasih dengan Pak JK, padahal dulu ia begitu membenci Pak JK. Reka ulang adegan Pendeta tersebut berorasi di tengah lapangan dahulu kala pun dilakukan. Pendeta tersebut berkata, “Anda orang kaya, bla bla bla..” (saya lupa tepatnya apa, yang jelas Pendeta tersebut berorasi di lapangan di depan Pak SBY, Pak JK, dan pejabat tinggi negeri lainnya.) Akhirnya Pak JK bilang dengan tegas,”Jadi kamu mau damai atau mau perang? Mau damai kami fasilitasi, mau perang juga kami fasilitasi. Kalau mau perang, semua yang Kristen dikasi senjata, yang Islam juga semua dikasi senjata.” Kemudian Pendeta tersebut pun menjawab mau damai. Dan akhirnya kasus Poso pun berakhir. FYI, kata Pak JK, dulu harga kepala pendeta ini 1 milyar! Jadi Pak JK ingat dengan orang ini. Kalo yang harga kepalanya seratus ribu, Pak JK nggak inget. Hahahha :D

Ketegasan Pak JK ini sangat straight to the point ya. Gimana coba kalo itu orang maunya perang. Walah gagal dong perdamaian. Hahahhaha.. Ketegasan Pak JK disini juga mirip dengan emak bapak saya. Dulu saya inget ketika saya berantem dengan kakak-kakak saya, ayah atau mama saya bilang, “Tuh ambil pisau di dapur.” Jadi maksudnya kami dipersilahkan berantem dengan menggunakan pisau. Ya siapa yang berani coba kan. Jadi kami berhenti bertengkar deh. Ahahahhah :D

5) Di Rossy, terungkap bahwa Pak JK adalah satu-satunya pejabat negara yang peduli dengan kasus David. Ingat David kan? Kasus mahasiswa dari Indonesia yang menempuh pendidikan di Singapura kemudian ia meninggal. Masih belum jelas apakah David bunuh diri atau dibunuh. Ketika Pak JK turun tangan, pihak Singapura sana katanya begitu ketakutan.

Wohoo, baiknya Pak JK. Peduli disaat orang lain banyak yang diem tak perduli. Kiss dulu buat Kakek JK :-*

Selain hal-hal tersebut membuat saya semakin cinta pada beliau, ia juga gemar memberikan joke segar. Sense of humor yang baik saya rasakan darinya. :)  Becandaannya semalem yang paling saya inget adalah ketika Rossy bertanya,”Kok nenek moyang pelaut tapi takut (naik sampan di sungai waktu itu), Pak?” Kemudian Pak JK menjawab,”Itu kan sungai, bukan laut.” Ahahahhahahha :D kocak deh cara bicaranya. Bener kata kak ayuk (ayukprissabicara.tumblr.com), bahwa abis nangis, ketawa deh–> abis nangis nonton acara BJ Habibie di Mata Najwa jam 10 semalem, ketawa-ketawa nonton JK di Global TV jam 11 semalem. :D

Wah, panjang juga ya cerita saya tentang JK. Ini bukan berarti saya orang partai kuning loh. Juga bukan partai lainnya. Saya hanya suka individu Pak JK. Bukan kelompok Pak JK. :) Saya sesungguhnya benci politik – karena politik itu kotor – sungguh abu-abu. Sekian dari saya, semoga jika ada kesempatan, kalian juga menonton Pak JK di TV agar bisa tau lucunya beliau. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.